Showing posts with label instrumentasi. Show all posts
Showing posts with label instrumentasi. Show all posts

MENGATASI DCS CENTUM VP GAGAL START


Hai sohib automasi dimanapun berada, kali ini saya ingin berbagi pengalaman terkait bagaimana start centum yang mengalami error (kalau ngga salah ingat) "Illegal Exit Code, Please Power Off the Computer." atau ketika centum telah start muncul pesan, "TaskTray Could not connected to LicenseAgent."

Pengalaman ini pernah saya alami, dan juga sohib kita, Kris Lian yang bertanya di artikel saya yang ini: Virtual DCS, Solusi Mudah dan Murah Belajar DCS bagi Teknisi Instrumen ;

Pak, mohon petunjuk. Ketika saya test function untuk project baru, berjalan dengan normal. Namun untuk file project yg sudah ad, hasilnya negatif "ilegal exit code. Please power off the computer" mohon bantuan nya Pak

Berikut ini jawaban dari saya sepengetahuan dan sepengalaman saya.

Mengenal Beberapa Istilah pada Kalibrasi Transmitter

Kali ini saya ingin berbagi pemahaman saya terkait istilah yang sering ditemui saat melakukan kalibrasi transmitter. Beberapa dari kita mungkin bingung terhadap istilah-istilah pada menu-menu di transmitter. Jika kalian bingung maka solusinya adalah membaca manual. Tetapi mungkin setelah membaca manual juga masih bingung, maka semoga artikel ini dapat membantu. Perlu digarisbawahi bahwa istilah yang penulis tulis bukanlah istilah baku. Setiap vendor mungkin akan memberlakukan istilah yang berbeda terkait produknya. Saya membuka diskusi untuk saling berbagi ilmu instrumentasi atau meralat kekeliruan di blog ini. Silakan di kolom komentar di bawah ya. Oke kita mulai.

Menjadikan Laptop Sebagai HART Communicator

HART Communicator atau HART Comm adalah sebuah alat yang dipergunakan untuk berkomunikasi dengan instrument device menggunakan HART Protocol. Dengan menggunakan HART Communicator, kita dapat melakukan konfigurasi pada transmitter atau smart positioner seperti menginputkan range transmitter, mengubah satuan ukur, melakukan zero calibration, melakukan calibration, restroke, mengubah nilai tuning pada SMART positioner dan sebagainya. Oleh karenanya, sebagai seorang teknisi instrumen, kebutuhan akan HART Comm ini sangat tinggi terutama untuk melakukan maintenance pada alat instrumentasi.

Gambar HART comm 475 sumber: instrumart

Hal-hal Yang Harus Diperhatikan Saat Melakukan Zero Check Transmitter

Zero check merupakan sebuah prosedur yang dilakukan untuk mengembalikan nilai output transmitter kepada 4.00 mA pada saat tekanan pada HP dan LP sama atau pada tekanan atmosfer atau pada kondisi harga 0 nya.

6 Masalah yang Berhubungan dengan Trend Data di DCS Centum VP


Tampilan Trend Centum, sumber yokogawa.com

Trend adalah kumpulan data yang diambil per satuan waktu tertentu secara kontinyu kemudian dimanifestasikan dalam bentuk diagram garis. Data trend sangat dibutuhkan ketika
  1. Terjadi anomali proses.
    Ketika terjadi perubahan tak lazim dari suatu proses pabrik, maka nilai trend pada suatu masa dapat menjadi referensi untuk menganalisis anomali yang terjadi.
  2. Terjadi unscheduled shutdown.
    Data yang tersimpan di dalam trend dapat digunakan untuk mengamati apa yang terjadi saat shutdown terjadi baik pada nilai yang terukur maupun waktu kejadian. Data trend ini akan sangat berguna untuk memutuskan root-cause terhadap kejadian unscheduled shutdown.
  3. Trend memudahkan pencatatan logsheet bagi operator.
Oleh karena itu,  DCS pasti memiliki fasilitas trend ini dan berikut 6 masalah yang berhubungan dengan Trend Data di DCS Centum VP.

Prosedur Zero Cek Elevated Pressure Transmitter


Sumber: https://www.kobold.com
Pressure transmitter atau transmitter tekanan adalah sebuah alat yang mengubah nilai dari besaran tekanan yang diukur menjadi sinyal standar yang dikirimkan langsung ke kontroler. Misalnya sebuah pressure transmitter digunakan untuk melakukan pengukuran tekanan pada sebuah pipa dengan range ukur sebesar 0 sampai dengan 10 Kg/cm2. 

Sedangkan zero cek adalah suatu mekanisme atau metode yang dilakukan untuk mengembalikan harga 0 dari sebuah alat ukur ke harga 0 standarnya. Umumnya, pressure transmitter memiliki harga 0 di tekanan atmosfernya. Atau ketika transmitter dalam keadaan tidak menerima tekanan apapun selain tekanan atmosfer. 

Catatan Perjalanan Sertifikasi Teknisi Instrumen Tingkat 1 di PPSDM MIgas Cepu

Alhamdulillaah, senang rasanya ketika nama saya menjadi salah satu yang ditunjuk oleh perusahaan untuk melakukan ujian sertifikasi ke Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Minyak dan Gas Bumi (PPSDM Migas) di Cepu, Blora Jawa Tengah. Sebuah kesempatan yang langka karena tidak setiap dari kami memiliki peluang yang sama untuk melaksanakan ujian sertifikasi di sana. PPSDM Migas sendiri merupakan sebuah perusahaan BUMN yang berfungsi sebagai perusahaan yang mengolah Minyak Bumi dan Gas Alam dan mengembangkan teknologi terkait Migas serta menjalankan fungsi pendidikan dan pelatihan dan sertifikasi bagi pekerja di bidang Migas.

Pada kesempatan itu, saya berangkat hanya berdua dengan rekan kerja instrumentasi juga. Tidak seperti kloter sebelum kami, pada waktu itu kami direncanakan untuk mengikuti ujian sertifikasi dengan tanpa mengikuti pelatihan terlebih dahulu. 

ZERO, SPAN ATAU LINIERITY ?




Suatu hari, atasan kami membagikan sebuah soal ke dalam group whatsapp. Beliau mengupload sebuah gambar yang kurang lebih seperti gambar di bawah ini.



Kemudian beliau bertanya, bedasarkan gambar di atas, masalah apakah yang terjadi? Zero point Error, Span Error atau Linierity Error?

Dapatkah Sohib menjawabnya disertai alasan yang tepat?

Mengenal Hart Multiplexer (HART MUX)

AMS (Asset Management System) adalah piranti yang saat ini banyak digunakan untuk melakukan pemantauan dan pengawasan terhadap aset yang ada di suatu perusahaan yang besar. Di dalam kontrol industri, AMS biasanya digunakan untuk memantau perangkat instrumentasi di lapangan (field device) menggunakan protokol HART sehingga AMS dapat membaca data-data yang tersimpan di dalam ROM field device tersebut. Seperti TAG NAME transmitter, Setting LRV dan URV pada suatu level transmitter, Health status suatu SMART Positioner, Feedback opening yang terbaca oleh smart positioner, suhu yang dialami oleh perangkat instrumentasi dan sebagainya. Fungsi AMS jadi mirip dengan HART Communicator hanya saja, AMS biasanya berbentuk komputer dan dapat berkomunikasi dengan banyak field device sekaligus.

Mengenal Bahasa Pemrograman SEBOL bagian 1

sumber: http://instrumentationandcontrol.net


Pada tulisan kali ini, saya ingin berbagi sedikit materi yang saya himpun dari tugas yang diberikan kepada kami untuk mempersiapkan materi yang akan dijadikan bahan ajar sharing knowledge DCS Centum kepada rekan-rekan karyawan lainnya. Kebetulan, saya mendapatkan bagian untuk membahas tentang SEBOL mari kita mulai.

Sohib pembaca sekalian mungkin telah mengenal banyak sekali bahasa pemrograman, di dunia IT sendiri ada bermacam-macam bahasa pemrograman seperti Pascal, C, C++, Java, Visual Basic dan sebagainya. Ada juga bahasa pemrograman tetapi masuk kepada bahasa skrip (scripting language) yaitu html dan php. Tetapi saya yakin, tidak banyak diantara sohib yang mengetahui tentang bahasa SEBOL. 

Menghitung Nilai DIP SWITCH Pada Peralatan Instrumentasi

Sohib yang pernah bekerja di bidang Instrumentasi industri, mungkin pernah menemui suatu alat yang memiliki saklar-saklar kecil seperti ini;
Sumber gambar: https://core-electronics.com.au

Deretan saklar kecil atau di dunia industri lebih familiar disebut "switch" ini disebut DIP SWITCH. Dip Switch sering kita temui pada perangkat-perangkat yang terhubung dengan jaringan komputer baik menggunakan kabel ethernet maupun serial. Sebagai contoh, saya pernah menemui DIP Switch pada perangkat berikut;

Setting RPM Tachometer pada Instalasi Gear Ganda

Kalau di postingan saya sebelumnya terkait Setting RPM Pada Instalasi Indikasi Speed Rotating Unit (Pompa dan Kompressor), telah saya jelaskan mengenai perhitungan RPM pada instalasi pompa gear tunggal. Pada kesempatan kali ini, saya ingin berbagi catatan mengenai perhitungan Events per Revolution pada instalasi speed yang menggunakan gear berganda. Sebelumnya saya ingin menjelaskan beberapa hal yaitu

Events per Revolution adalah pulse yang dihasilkan oleh pompa persatu kali berputar. Bila target ukur probe speed adalah sebuah gear dengan 24 gigi, berarti events per revolutionnya adalah 24. Atau dalam sekali berputar, gear tersebut akan menghasilkan 24 sinyal pulsa kepada tachometer. Events per revolution biasanya di setting pada beberapa tachometer dari bently nevada.

Gear Berganda maksudnya adalah gear yang dipasang berdampingan baik secara serial maupun paralel dan saling terhubung satu dengan lainnya baik dihubungkan dengan gear teeth maupun oleh shaft. Sebagai contoh adalah gambar berikut;

Cara Kalibrasi Pneumatic Pressure Transmitter


Catatan kali ini adalah tentang bagaimana cara melakukan kalibrasi pressure transmitter pneumatik. Jneis pressure pneumatic yang ingin saya bagi kali ini adalah yang seperti ini atau semisalnya.

Pneumatic Pressure Transmitter Foxboro 11GM,
sumber: https://cascadeautomation.com

VIRTUAL DCS, SOLUSI MUDAH DAN MURAH BELAJAR DCS BAGI TEKNISI INSTRUMEN

DCS atau Distribute Control System merupakan sistem kontrol modern untuk industri dimana DCS menawarkan kemudahan dan kehandalan dalam melakukan proses kontrol pabrik. DCS. Bagi sobat yang belum mengenal DCS, bisa membaca artikel saya Mengenal Distribute Control System (DCS).

Bagi teknisi instrumentasi yang terbiasa bekerja di lapangan, bersinggungan dengan DCS bisa jadi merupakan hal yang asing dan biasanya menjadi sulit ketika suatu saat harus melakukan maintenance lewat DCS. Hal ini saya alami dahulu ketika bersinggungan langsung dengan DCS. Ada perasaan was-was dan takut mematikan pabrik bila salah dalam mengeklik atau melakukan download logic di DCS. Tapi seiring berjalannya waktu akhirnya saya memahami bahwa melakukan engineering DCS tidaklah sesulit itu. Yang menjadi kendala utama adalah pembiasaan dan pengetahuan terkait mana yang boleh dan mana yang tidak boleh dilakukan ketika melakukan engineering DCS. Oleh karena itu, agar teknisi instrumentasi terbiasa mengoperasikan engineering DCS, maka perlu dibangun sebuah sistem yang aman untuk melakukan engineering sekaligus try and error pada DCS. Salah satunya adalah virtual DCS yang bisa dioperasikan di laptop teknisi instrumen.

Proteksi Sistem DCS dengan Antivirus

Disclaimer: Tulisan kali ini saya buat bedasarkan pengalaman dalam menjalankan kegiatan pemeliharaan instrumentasi dan sistem kontrol di tempat kerja saya. Bersama rekan-rekan pemeliharaan lainnya, kami sedang menjalankan proyek instalasi antivirus di sistem DCS untuk keperluan pengamanan sistem DCS di tempat kami bekerja. Segala yang saya tulis adalah didasarkan pengalaman dan pengetahuan yang saya miliki. Sifat artikel ini untuk keperluan berbagi bukan sebagai final data karena kondisi setiap perusahaan tentu berbeda-beda.


Urgensi Memasang Antivirus di System DCS

Perkembangan Revolusi Industri source Wikipedia.

Revolusi industri Indonesia telah memasuki fase Revolusi Industri 4.0. Dimana sekarang sistem pertukaran data di area pabrik harus melibatkan teknologi informasi secara luas. Teknologi informasi yang luas itu mencakup Cyber Physical System, Internet of Things, Cloud Computing dan Cognitive System.

Mengenal Distribute Control System (DCS)

Bagi sohib-sohib yang bekerja di bagian operasi atau pemeliharaan pabrik petrokimia dan semacamnya tentu tidak asing dengan yang namanya DCS atau Distribute Control System. 

Menurut Ali (2012), "Sistem Kendali Terdistribusi atau yang lebih dikenal dengan nama Distributed Control  System  (DCS)  mengacu  pada  sistem  kontrol  yang  biasa  digunakan  pada sistem manufaktur, proses atau sistem dinamis lainnya dimana elemen kontroler tidak terpusat di lokasi tertentu melainkan terdistribusi seluruhnya dimana setiap sub sistem dikontrololeh satu atau lebih kontroler." Sedangkan menurut situs http://whatis.techtarget.com, (terjemahan bebas) "DCS merupakan digital otomasi sistem kontrol industri (ICS) yang melakukan kontrol loop terdistribusi secara geografis baik itu pada pabrik, mesin maupun area kontrol.".

Prinsip Kerja Transmitter Pneumatik dan Elektronik

Beberapa contoh transmitter elektronik, sumber : https://img.diytrade.com

Kali ini saya ingin share tentang tulisan yang pernah saya buat ketika awal-awal bekerja sebagai teknisi instrumen. Waktu itu saya bekerja di pabrik pupuk yang dibangun tahun 70 an dengan teknologi yang kebanyakannya adalah pneumatik. Meski begitu sebagian controllernya sudah pakai DCS atau Dsitribute Control System. Kini pabrik tersebut sudah direvitalisasi dan digantikan pabrik baru yang teknologinya juga sudah jauh lebih maju.

Tulisan kali ini berisi tentang apa yang saya ketahui tentang prinsip kerja transmitter. Namanya belajar dari pengalaman karena memang saya tidak punya latar belakang pendidikan instrumentasi, maka tulisan ini saya buat dengan apa yang saya ketahui saja. Mohon maaf andai istrilah yang saya pakai asal-asalan dan ngawur karena memang saya mempelajarinya bedasarkan apa yang saya tahu. Hehehe. Apabila sohib ada tanggapan atau koreksi, silakan ditulis di kolom komentar ya. Thanks

SENSOR SUHU: THERMOCOUPLE

Mengenal Thermocouple
Thermocouple terdiri dari 2 kata, Thermo dan couple. Thermo adalah kepanjangan dari thermometer atau alat yang digunakan untuk mengukur suhu sesuatu. Sedangkan couple sendiri dikarenakan sensor thermocouple terdiri dari dua kabel yang berlainan jenis yang disatukan di salah satu ujungnya. Kedua kabel ini akan menghasilkan beda potensial ketika mengalami kenaikan maupun penurunan suhu. Perbedaan potensial inilah yang nantinya akan dibaca sebagai nilai dari thermocouple itu sendiri.
sumber: https://www.automationdirect.com

SETTING RPM PADA INSTALASI INDIKASI SPEED ROTATING UNIT (POMPA DAN KOMPRESOR)

Setiap rotating unit seperti pompa atau kompresor memiliki turbin yang kemudian menggerakkan rotor untuk melakukan kompresi fluida atau gas. Putaran turbin ini bervariasi nilainya, mulai dari ratusan hingga puluhan ribu putaran per menitnya. Putaran turbin yang melampaui batas (overspeed) dapat menyebabkan kerusakan pada rotating unit dan bahkan menyebabkan kondisi yang tidak aman. Oleh karenanya, indikasi speed dari putaran turbin rotating unit tersebut mutlak diperlukan sebagai tindakan pengendalian dari unit itu sendiri.

Prosedur Zero Check (Zero Calibration) Level Transmitter Jenis Differential Pressure

Sebelumnya saya perlu ingatkan kembali terlebih dahulu bahwa apa yang saya tulis di sini didasarkan oleh pengalaman kerja saya. Dan maksud saya membagi artikel ini adalah sebagai sharing ilmu sekaligus andai apa yang saya tulis ini salah, semoga memperbaiki apa yang selama ini saya punya.


Zero Check

Zero Check adalah istilah yang sering dipakai di tempat kerja saya untuk menyebut suatu prosedur men-simulasikan sebuah transmitter ke kondisi 0% pengukurannya tanpa membawa transmitter tersebut ke ruang kalibrasi. Istilah umumnya mungkin Zero Calibration. Prosedur Zero Check biasanya digunakan untuk meyakinkan indikasi penunjukkan transmitter telah tepat. Untuk jenis transmitter pneumatik, kadang range transmitter berubah pada sisi zeronya. Untuk itu perlu dilakukan prosedur zero check untuk meyakinkan bahwa penunjukkan transmitter sudah tepat atau belum. Atau pada tangki yang tidak memiliki sight glass sebagai indikator aktual fluida maka prosedur zero check dilakukan untuk memprediksi tinggi fluida dalam tangki selama spesific gravity dari fluida tidak berubah terlalu banyak.