Memanfaatkan NAS Server Sebagai Database Server


NAS Server Asustor by bhpphotovideo.com

NAS merupakan kepanjangan dari Network Attached Storage. Seperti namanya, sistem NAS bertujuan untuk membuat sistem storage terpusat yang dapat diakses dengan mudah melalui jaringan. Dengan NAS Server, kita dapat saling berbagi dan mengakses data storage melalui jaringan dengan mudah baik melalui windows explorer ataupun melalui browser. Karena tujuan pembuatan sistem NAS sendiri adalah untuk membangun cloud service secara intranet yang dapat melayani kebutuhan akan akses data secara efektif dan efisien, biasanya peforma NAS memang ditujukan untuk itu dan ia dilengkapi fitur-fitur khusus yang menunjang kinerja sistemnya.


Fitur-fitur Umum pada NAS Server

  1. Mudah Dioperasikan dan Dikonfigurasi
    NAS Server biasanya dibundle dengan sistem operasi khusus yang memang dibuat dan dirancang untuk itu. Sistem Operasi NAS biasanya berbasis linux lengkap dengan fitur-fitur sharing file seperti SAMBA, HTTP Akses, FTP dan sebagainya. Kita tidak perlu susah-susah mengkonfigurasi karena
  2. Teknologi RAID untuk Mengurangi Resiko Hilangnya Data
    Umumnya NAS Server dilengkapi dengan teknologi RAID dimana teknologi ini memungkinkan untuk menggabungkan beberapa harddisk menjadi satu kesatuan kinerja sehingga dapat meminimalisasi kehilangan data akibat rusaknya harddisk.
  3. Hot Swappable
    Sebuah fitur yang memungkinkan kita untuk mengganti harddisk tanpa mematikan server. Hal ini sangat berguna karena mungkin saja server sedang diakses oleh pengguna ketika kita hendak melakukan maintenance harddisk, mengganti atau melakukan konfigurasi harddisk.
  4. Akses Melalui Web
    Kemudahan akses melalui web protokol menyebabkan kita tidak perlu repot menginstall aplikasi tertentu untuk mengakses file di dalam NAS Server  ketika kita sedang tidak memakai gadget kita. Selain menggunakan web, akses aplikasi melalui windows explorer dari manapun asalkan terkoneksi ke ip address NAS Server.
  5. User Authorization dan Autentication
    Kemudahan akses NAS Server didukung pula oleh pengaturan user yang dapat dilakukan melalui administrator. User dapat dibatasi dan ditentukan hak aksesnya serta dapat dimonitoring kegiatannya selama melakukan akses ke NAS Server
  6. Dan lainnya

Penerapan NAS Server Sebagai Database Server

Memanfaatkan NAS Server sebagai database server untuk kebutuhan akses data di perusahaan yang memiliki intranet yang cukup sangatlah besar. Dokumen-dokumen terkait pekerjaan seperti PID, Loop Diagram, Datasheet, Manual Procedure dan sebagainya akan sangat mudah diakses ketika dibutuhkan. Kita tinggal melakukan browsing melalui http atau ftb atau map network drive untuk membaca data yang ada di dalam NAS tersebut. Menulis dan mengontrol laporan pun akan sangat mudah dilakukan karena terhubung dengan jaringan. Ketika meeting misalnya, kita tidak perlu sibuk membawa catatan di dalam buku, cukup pergunakan tab atau laptop, hubungkan ke NAS Server, kemudian kita dapat melakukan meeting dengan data yang lengkap.

Beberapa merk NAS Server yang dijual di Indonesia antara lain Synology, Thecus, Qnap, Seagate, Asustor dan sebagainya. Tinggal disesuaikan dengan budget dan kebutuhan.

Kendala utama NAS Server ini adalah harganya yang sangat mahal. Untuk membeli NAS Server dengan spesifikasi Intel atom quadcore RAM 4 GB saja kita perlu merogoh kocek sampai 8,5 juta rupiah. Itu belum termasuk harddisk lo. Jika budget segitu kita manfaatkan untuk membeli PC, kita sudah dapat PC dengan spek yang lumayan tinggi. Setidaknya Core i5 dengan RAM sampai 8GB. Hal ini wajar karena belum populernya penggunaan NAS Server di kalangan masyarakat umum. Tetapi kembali lagi, yang diharapkan dari NAS Server adalah fungsi dan dukungan RAID-nya yang umumnya tidak didapat di komputer-komputer biasa (kecuali server). RAID sendiri adalah teknologi memperkecil kehilangan data akibat kerusakan pada harddisk. Saya kira, investasi dengan nilai demikian tidak terlalu memberatkan dibanding manfaat yang akan didapat kemudian.

Tetapi bagi yang ingin memiliki NAS dengan spek tinggi tetapi dengan harga terjangkau, kita sebenarnya dapat membuat NAS Server sendiri dengan sebuah komputer dan sistem informasi NAS yang dapat diunduh dari internet. Pastikan komputer yang akan kita pergunakan sudah support teknologi RAID. Perhatikan saat kita memilih motherboard. Motherboard yang sudah memiliki teknologi hi-end umumnya sudah mensupport teknologi RAID. Selanjutnya tinggal sesuaikan kebutuhan processor, RAM dan Networknya.

Setelah melakukan spesifikasi server, selanjutnya kita dapat melakukan instalasi server tersebut dengan sistem operasi khusus NAS seperti FreeNas, CryptoNas, OpenFiler, NASLite-M2, NanoNas dan sebagainya. Karena sistem operasi NAS umumnya Linux-Based, maka konfigurasi SAMBA, FTP dan HTTP perlu dilakukan agar NAS dapat terkoneksi dengan platform yang lainnya. Memang perlu usaha lebih sih. Tetapi jika berhasil, maka NAS yang dihasilkan tentu akan memiliki spek yang lumayan tinggi.

LIVE DEMO

Beberapa vendor NAS menyediakan link bagi yang penasaran dengan tampilan OS mereka. OS ini dapat diakses melalui web masing-masing vendor. Berikut saya listkan beberapa yang ada.

  1. ThecusOS by Thecus
    Live demo thecusOS by thecus mulai dari OS 5, 6 dan 7 dapat diakses di alamat link di bawah ini
    http://www.thecus.com/sp_livedemo.php
  2. DSM by Synology
    Live demo DSM by Synolog dapat diakses di link di bawah ini:
    https://demo.synology.com/en-global
  3. QTS by QNAP
    Live demo QTS online by QNAP dapat diakses di link berikut;
    https://www.qnap.com/en/live-demo/
  4. ADM by Asustor
    Live Demo NAS OS ADM by Asustor dapat diakses di link berikut;
    https://www.asustor.com/live_demo
  5. U-NAS by U-NAS
    Live demo U-NAS operating system dapat diakses di link di bawah ini:
    http://www.u-nas.com/demo.html
  6. TOS by TerraMaster
    Live demo TOS by TerraMaster dapat diakses di link ini
    https://www.terra-master.com/global/live-demo/



No comments:

Post a Comment